Ada dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yang istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid mungil.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yang ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu-waktu yang diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di satu kota. Ia mencari masjid. Ia pinggirin mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMA saya dulu?”.

Darul Ulum

Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan. “Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dalam keadaan memakai dasi. Lengan yang digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kaen pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci
8 didongakkan sehingga jidat hitamnya terlhat jelas.

“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih-bersih dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yang pintar kemudian harus terlempar dari kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan. Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yang tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenernya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…

Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah agaknya. Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya. Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya. Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba-tiba anak muda yang shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama Haji Ahmad…?”
“Haji Ahmad…?”
“Ya, Haji Ahmad…”
“Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelumnya bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelumnya bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yang merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid ini, sebagai masjid transit mereka yang mau shalat. Bapak lihat toko material di sebelah masjid ini… Itu toko nya beliau. Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Wuah, entahlah apa yang ada di hati dan di pikirannya Zaenal…

Bagaimana menurut kita ?
Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu ketemu kawan lama yang sedang melihat kita ngebersihin toilet, segera kita beritahu posisi kita siapa yang sebenernya. Dan jika kemudian kawan lama kita ini sampe menyangka kita merbot masjid beneran, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang ngebangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Ia selamat dari kerusakan amal, sebab ia cool saja. Tenang saja. Adem. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yang memberitahu siapa dia sebenarnya…
Subhaanallaah….

“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” – “Org yg ikhash itu adl org yg menyembunyikan kebaikan2nya, sprti ia menyembunyikan keburukan2nya…” (Ya’qub rahimaHullah, kitab Tazkiyatun Nafs)

Baarakallahu fikum.. Semoga bermanfaat.
Salam SUKSES BERKAH

Sumber : http://www.club-pecinta-alquran.com/


48

 

  1. #MumpungMuda galilah ilmu sedalam mungkin, karena semakin tua kesempatan belajar semakin berkurang…
  2. #MumpungMuda gunakan waktu sebaik mungkin, ingat setiap detik berlalu mengurangi waktu muda kita !
  3. #MumpungMuda gali terus ilmu agama, agar tua bahagia…
  4. #MumpungMuda fokus kepada cita bukan cinta, kala cita terwujud, cinta juga akan datang dengan mudahnya…
  5. #MumpungMuda rutinkan olahraga agar tua tetap muda bertenaga…
  6. #MumpungMuda temui orang-orang hebat, jikalau ingin menjadi pemuda hebat…
  7. #MumpungMuda cari terus ilmu dari orang-orang sukses, jika ingin mempercepat kesuksesan…
  8. #MumpungMuda belajar bukan hanya dikampus, masih banyak ilmu berceceran diluar…
  9. #MumpungMuda harus berjuang menjadi pelopor perubahan bukan pengekor perubahan !
  10. #MumpungMuda gali potensi & cari banyak teman, agar tua, teman2 mencari kita…
  11. #MumpungMuda belajarlah berinvestasi, agar kelak ketika tua bisa menikmati…
  12. #MumpungMuda perbanyaklah beramal agar hidup dan impianmu semakin mudah tercapai…
  13. #MumpungMuda terbukalah terhadap pengalaman baru, sehingga mental dan wawasanmu semakin luas…

Salam Insan Muda Penuh Karya

-Insan Muda Community-


Bukanlah seorang laki-laki yang mengatakan : lihat, inilah bapakku. Tapi, seorang laki-laki adalah yang mengatakan : lihat, inilah aku!” (Ali bin Abi Thalib)

 

Halloo.. kamu mahasiswa ? kebetulan banget..

Iseng-iseng berhadiah. Dari judulnya keliatannya sih kaya bercanda, namun…

Sebagai seorang mahasiswa yang aktif (ehem..), kebutuhan saya tentunya segudang. Mulai dari yang berhubungan dengan perkuliahan, seperti diktat kuliah, kebutuhan rekreasi, seperti nonton, jalan/refresing, dan sebagainya (ceritanya so’keren), belum lagi kebutuhan hidup seperti bayar kos/kontrakan lah kalau perantauan mah, makan, sabun cuci, dan lain-lain. Hufft.. Kalau kamu gimana ? melihat kebutuhan yang sedemikian banyak, tentunya kamu juga membutuhkan banyak anggaran dong. Sering kali kamu tidak dapat mengandalkan pasokan dana dari orangtua. *eh (kalau memang masih dibiayain sama orang tua) hehe

Ya, mencari tambahan pemasukan merupakan solusi terbaik. Alhamdulillah, sejak awal pertama masuk kuliah sampai detik ini tidak sepeser pun saya minta kepada ortu, karena saya tahu ortu belum mampu membiayai kuliah saya. Terus bagaimana dengan teman-teman ? kalau senasib dengan saya, bagus dong jadi motivasi besar, ya gak ? dan kalau masih dibiayai sama ortu ya syukur, tapi jangan terlena (kaya lagu zaman dulu. Terlena… ku terlena) dan akan sangat lebih baik kalau seperti yang dilakukan sama teman saya yang ambil Hp lalu telepon kedua ortunya dan bilang ‘mah/pah.. mulai bulan depan, jangan kirimin Eukeu uang lagi. Terimakasih” wiiih.. keren banget.. four thumb up for you deh (y) (y) (y) (y)

Ingat kata Sayyidina Ali tadi bahwa seorang lelaki itu adalah yang mengatakan “inilah aku” bukan yang mengatakan “inilah bapak ku”. Jadi, siap untuk mandiri ? asal kamu kreatif dan jeli menangkap peluang serta kemauan yang keras, sebenarnya tidak ada yang mustahil bagi kamu untuk memiliki usaha sampingan dan menghasilkan uang. Berikut ini beberapa hal iseng-iseng berhadiah yang bisa kamu lakukan untuk menghasilkan uang di masa kuliah. Diantaranya :

Anjungan Tunai Mandiri - hidup mahasiswa

 

  1. Jasa fotokopi

Di awal semester, dosen biasanya memberikan bahan kuliah lumayan tebal untuk difotokopi. Kalau biasanya Anda terima beres (dengan kata lain titip lewat teman), sekarang saatnya jadi bandar fotokopi. Tawarkan ke teman sekelas agar kamu saja yang mengurus segala fotokopi diktat tersebut. Iya kamu. Mereka hanya perlu membayarnya dan menunggu barangnya jadi. Cara mengeruk keuntungan sangat mudah. Misalnya, dari setiap makalah yang kamu fotokopi, ambil komisi sebanyak Rp1.000. Memang, sekilas jumlah tersebut terlihat kecil. Tapi kalau yang menggunakan jasa Anda adalah teman satu kelas, misalnya 30 mahasiswa, setidaknya Anda sudah untung Rp30.000. Itu baru dari 1 mata kuliah saja, belum mata kuliah yang lainnya, bray..

2. Menjual pulsa

Bagi mahasiswa, pulsa merupakan barang semi primer. Manfaatkanlah kondisi ini untuk berjualan pulsa elektronik. Dengan bermodal ponsel dan dana minimal Rp100.000, Anda sudah bisa jadi agen pulsa elektronik. Agar mampu bersaing dengan penjual lain yang jumlahnya banyak, sebaiknya Anda tidak perlu mengambil untung terlalu besar. Untung kecil tidak masalah, asal kamu mampu menjaring banyak pelanggan. Setuju kan ?

 

  1. Salesman/salesgirl

Apakah relasi kamu ada yang memiliki usaha, misalnya usaha distro, kue, aksesori, atau bisnis lain? Kalau ada, jangan ragu untuk menawarkan diri untuk menjadi tenaga pemasaran. Promosikan bisnis mereka kepada teman-teman Anda, lalu ambil untung dari selisih harga jual. Usaha ini gampang banget mau secara online/offline no problem. Misalnya, kalau biasanya satu T-Shirt dihargai Rp.40.000 oleh si pemilik distro, kamu jual saja kepada teman seharga Rp.60.000. Asalkan kualitas barang dan kemampuan menjual kamu bagus, pasti produk yang dijual akan laris manis. Berani coba ?

4. Blogging
Kamu suka nulis tapi belum jadi buku ? corat coret di diary ? Blogging aja! Blogging adalah peluang usaha sampingan mahasiswa tanpa modal yang sangat mudah dan gampang. Pekerjaan yang dilakukan hanyalah menulis artikel atau informasi apapun yang dibutuhkan oleh banyak orang. Nantinya setelah jumlah pengunjung banyak, mahasiswa dalam berjualan apapun di blog nya atau menyediakan space untuk di pasangi iklan. Ini adalah salah satu peluang usaha yang sangat diminati oleh banyak mahasiswa dan para pelajar karena kemudahan dan fleksibelitas mengatur waktu. Eh masih gak percaya.. cobain dong.

 

        5. Jual Jasa/Keterampilan

Kamu bisa bahasa Inggris ? Kenapa tidak buka les private bahasa

Kamu bisa ngaji membaca Al – Qur’an ? kenapa tidak bikin les private ngaji

Kamu cukup menonjol pada beberapa mata pelajaran ? kenapa tidak buka les belajar

Kamu bisa bikin web ? kenapa tidak jadi web developer aja

Kamu punya skill elektronika ? kenapa gak dijadikan ladang uang dengan servis Hp/laptop

Kamu jago dibidang IT ? kenapa gak cari peluang jadi IT Maintenance. Ini prospeknya sangat bagus bagi yang menguasai ilmu jaringan komputer bermodalkan antivirus serta utility pembersih. Hehe..

Kamu jago ngetik di microsoft office ? kenapa tidak menerima jasa pengetikan. Bisa tawarkan kepada dosen, guru, asal jangan mau ngetikin tugas teman, gratisan lagi *eh (kabuuuur…)

Dan lain-lain. Berlaku untuk semua kategori keterampilanmu, asal satu syaratnya.. kemauan untuk mandiri.

 

6.  Outlet makanan ringan

Kamu bisa berjualan kebab, pizza, burger atau cemilan dan menjualnya bisa di areal kampus kamu sehingga mudah dipantau.

 

7. Bisnis kreatif

Seperti membuat mug, pin, kaos dengan kata-kata unik dan lain-lain, bisa dijalankan sembari kuliah & pasarnya adalah komunitas kampus. Misalnya, organisasi BEM kampus kamu mau mengadakan acara outbound dengan memakai kaos resmi. Nah, kamu bisa berdayain peluang membuat kaos itu dengan mencari konveksi atau suplier kaos yang harganya relevan, syukur-syukur punya kenalan pengusaha konveksi, mudah banget tuh..

 

Sampai disini teman-teman, ada yang mau menambahkan ?

Semoga bermanfaat..

Salam mahasiswa mandiri dan berprestasi demi Indonesia yang bermartabat

mahasiswa mandiri

 


Seorang ibu berkata kepada anaknya..

Tahukah kamu nak,

perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah..

‘perjalanan ke masjid’

Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggu mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula sekali seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

 

 Perjalanan terjauh dan terberat adalah..

‘perjalanan ke masjid’

Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya.

Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke Universitas Eropa ataupun Amerika, mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia, hingga Korea dengan semangat yang membara. Namun ke masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau sudah bertitel S3.

 

 Perjalanan terjauh dan terberat adalah..

‘perjalanan ke masjid’

Karena para pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika di ajak ke masjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata “sebentar lagi”, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

 

 Perjalanan terjauh dan terberat adalah..

‘perjalanan ke masjid’

Maka berbahagialah dirimu wahai anakku… bila sejak kecil engkau sudah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid. Karena bagi kami, sejauh mana pun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang kami banggakan selain perjalananmu ke masjid.

Biar aku beritahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb-Mu.

Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi mu, serta perjalanan yang akan membedakan mu dengan orang-orang yang lupa Rabbnya.

terberat dan terjauh

 

 Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah..

‘perjalanan menuju masjid’

Maka lakukanlah walau pun engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.

@Odiesign 2014

 


“Hidup adalah bisnis. Berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meningkatkan saldo akhirat”

(Aqil A. Hakq)

Langkah kakiku terhenti dengan derasnya hujan, akhirnya sore ini ku urungkan niat untuk pulang dan tetap stay diperpustakaan kampus sambil kembali menikmati internetan. Bukan kebetulan, hari ini sudah masuk minggu keempat bulan Desember, itu artinya, tahun 2014 akan segera berakhir. Berbicara akhir tahun, adalah momen dimana orang-orang sudah berbondong-bondong merencanakan liburan ke suatu tempat yang begitu menggoda untuk dijadikan santapan liburan, benar kan ? J Tiba-tiba saja aku teringat satu kata, bagi sebagian besar orang satu kata ini adalah kebutuhan utama disaat liburan khususnya saat ke luar Kota atau luar negri, ya satu kata itu adalah “hotel”. Hotel dengan berbagai fasilitas dan kualitas dari bintang 1 sampai bintang 5 membuat ku semakin kepo, hotel apakah dengan tarif sewa paling mahal di dunia. Sahabat ada tahu ? baiklah, segera ku searching di mesin pelacak google dengan keyword “Hotel Termahal di Dunia”.

Jreng.. jreng.. dari berbagai sumber yang didapat, akhirnya aku dapat mengambil kesimpulan seperti yang dikemukakan oleh bornrich.com. Ya, hotel dengan tarif sewa paling mahal di abad 21 ini adalah Royal Penthouse Suite. Hotel ini berada di Geneva, Swiss. Hotel yang seperti kerajaan ini memang tidak identik dengan pemanjaan mata melalui pemandangan alam, tetapi dengan sistem pengaturan keamanan yang super ketat. Terbukti dengan semua pintu dan jendela di kamar hotel yang tidak tembus dengan peluru. Waw!

Tiap-tiap kamar di hotel ini dihubungkan dengan lift. Kamar di hotel ini juga dilengkapi dengan pusat kebugaran, ruang hiburan, perpustakaan, dan piano pribadi sehingga eksklusif hanya Anda yang bisa menggunakannya. Namun yang lebih spesial, pemandangan dari hotel ini menghadap ke Danau Jenewa dan Pegunungan Alpen. Mantap!

Hotel termahal Royal Penthouse Suite

Namun, berapa harga kamar-kamar di hotel ini? Dengan mengeluarkan uang sebesar USD $ 83.200 atau sekitar +- Rp 1 Miliar per malam, kita sudah bisa memanjakan diri disana. Fantastis sekali bukan ?

Lama-lama aku jadi termenung dan berpikir lebih jauh. Hotel yang teramat megah dan mewah dengan tarif sewa yang begitu besar itu hanyalah sebagian kecil kenikmatan yang ada di dunia ini, karena menurutku masih ada kenikmatan yang jauh lebih besar, jauh lebih indah, juga tidak hanya untuk satu sampai dua malam saja, tapi bisa kekal selamanya. Selain itu, fasilitas didalamnya begitu mewah, bangunannya terbuat dari emas, taman-taman yang sangat indah dan luas, aliran sungai seakan memanggil-manggil untuk mendatanginya, pohon-pohon yang bersusun-susun buahnya dan tak berhenti berbuah, sedang pelayannya pun bukan sekedar pelayan, melainkan bidadari-bidadari bermata indah laksana mutiara yang tersimpan dengan baik, Masha Allah.. menakjubkan, sudah tidak dapat lagi aku tuliskan mengenai sedikit gambaran keindahannya. Sahabat, siapa yang tidak ingin kesana ? aku pikir tak ada seorang pun yang tidak mau, itulah gambaran negri Surga yang dijanjikan oleh-Nya dalam al-kitab. Dan aku meyakini kebenarannya.

Ya, hotel Royal Penthouse Suite yang begitu mewah dengan tarif 1 milyar rupiah per satu malam, pastinya aku sama sekali belum mampu menyewanya. Lalu, bagaimana jika aku menginginkan hotel di Surga ? berapakah harga yang harus ku bayar demi memasukinya ? bekal apa saja yang harus aku persiapkan ? jalan apa yang harus aku tempuh agar bisa sampai kesana ? dan sekarang sudah berapa jumlah saldo rekening akhirat ku? menyewa hotel Royal Penthouse Suite saja aku masih belum mampu, apalagi… ah sudahlah, rasanya amat malu dan sedih, tidak pantas aku mendapatkan Surga.

Teringat firman Allah dalam Al-qur’an yang suci :

“Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).” (QS. An-Najm : 38-40)

Ayat diatas memperingatkan ku bahwa suatu hasil akan berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Bukankah begitu ? Plaaakkk.. serasa ada tamparan dahsyat mengena ke pipiku, lalu ada yang berbisik mengatakan “hei.. tahu diri lah, lihatlah dirimu !”

“Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali… “ (QS. Al-An’am : 164)

Al-Qur’an menegaskan bahwa kita tidak akan dibebani dosa orang lain, dan hanya boleh mengharap pahala dari amalan sendiri. Astagfirullah.. ya Allah, yang Maha Memaafkan kesalahan yang banyak.. dan Maha Menerima kebaikan yang sedikit.. Maafkanlah kesalahanku yang banyak.. dan terimalah amal baikku yang sedikit. Amin..

Ya, aku sadar, saat ini saldo amalanku tidak akan cukup untuk membeli Surga, bahkan banyak minusnya. Tapi aku tidak boleh menyerah, never give up ! aku harus bangkit kalau memang ingin Surga-Nya. Dan bukan berarti kita tidak terbebas sama sekali dari “tambahan/bonus” atas pahala/dosa yang dikerjakan oleh orang lain, kan ? seseorang bisa saja mendapatkan tambahan pahala atau dosa karena ada orang-orang sesudahnya yang terinspirasi atau mengikuti kebiasaan yang telah dicontohkan olehnya. Seperti halnya konsep Multi Level Marketing, tambahan/bonus berupa pahala atau dosa bisa saja diberikan kepada seorang pendahulu sebuah amal disebabkan oleh orang-orang yang melakukan setelahnya, tanpa mengurangi pahala atau dosa orang yang mengerjakan setelahnya.

Konsep MLP (Multi Level Pahala)

A. Keteladanan dan Inspirasi

“Siapa saja yang mengajak pada petunjuk maka untuknya pahala semisal orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mengajak pada kesesatan, maka atasnya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud, Ibnu Majah, At-Tirmidzi, Abu Ya’la dan Ibn Hibban)

Dua buah kata sederhana yang dapat mewakili makna hadist diatas adalah keteladanan dan inspirasi. Keteladanan adalah perbuatan tanpa memerlukan kata-kata, namun nyata kebaikannya. Sedangkan inspirasi bisa berwujud ucapan atau perbuatan.

Seorang ayah teladan adalah ayah yang kebiasaan-kebiasaan baiknya diikuti dan dilanjutkan oleh anak cucunya. Niscaya pahala kebaikan yang dilakukan anak cucunya karena keteladanannya akan mengalir terus kepadanya. Setuju ? Ada lagi seorang pegawai yang mampu menularkan kebiasaan baik kepada rekan-rekannya. Niscaya pahala kebaikan yang dilakukan teman sejawatnya karena keteladanannya akan terus mengalir. Atau seorang pemimpin perusahaan teladan adalah pemimpin yang mampu memberikan contoh konkrit kepada karyawannya untuk melakukan perbaikan di perusahaannya. Niscaya pahala kebaikan yang dilakukan karyawannya karena keteladanannya dan inspirasinya akan mengalir padanya. Bukankah begitu ?

Andai suatu amal kebaikan ada nilai nominal konkritnya, misal aku taro Rp.10 per kebaikan. Jika seorang ayah, pegawai, dan pemimpin perusahaan tadi menjadi teladan dan inspirasi bagi 1 orang, maka masing-masing mendapatkan nilai saldo kebaikan sebesar Rp.10. Setuju ? Lalu bagaimana jika kebaikan mereka menginspirasi puluhan, ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan orang ? kita asumsikan Rp.10 x 1.000.000 orang = Rp. 10.000.000. Ya, kita mempunyai saldo amal kebaikan sebesar Rp.10.000.000. Masya Allah.. tidak hanya itu, seperti dalam konsep Multi Level Marketing berlaku perhitungan kali lipat. Jika seandainya Rp.10 itu adalah bonus dari 1 orang yang meneladani kita, lalu bagaimana jika ada 1 orang lagi sesudahnya yang terinspirasi menjadi lebih baik disebabkan orang yang telah meneladani kita tadi, karena kebaikan yang telah kita contohkan, masihkah kita mendapat bonus Rp.10 ? jawabannya, TIDAK. Karena orang yang meneladani kita yang menjadi inspirasi orang lain itu mendapat bonus Rp.10, maka otomatis bonus kita bertambah menjadi Rp.20. Bagaimana jika dari jutaan orang yang meneladani kita tadi masing-masing menjadi teladan/inspirasi bagi puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang pula ? berapakah saldo bonus kita yang akan terus mengalir ke rekening amal kita ? Luarbiasa.. Allahuakbar !

Tapi sebaliknya, aku jadi bersedih dan memohon perlindung-Nya manakala ada seorang pejabat yang korup, pemilik/pekerja infotainment yang mengorek-ngorek aib orang lain, dan siapa saja yang menginspirasi orang lain untuk berbuat keburukan, akan mendapat ganjaran tambahan yang serupa atas inspirasinya tersebut. Naudzubillahmindzalik..

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagain dosa-dosa yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.” (QS. An-Nahl : 25)

Tidak usah jauh-jauh, ngeri sekali manakala ada seorang teman yang hobinya bolos kuliah, sering terlambat masuk kerja, sering buang-buang waktu dan boros, atau meninggalkan kewajiban kepada Tuhannya, semua karena pengaruh dari tindakan ku. Akankah teman-teman ku masih terbelenggu hal demikian sampai aku mati ? mungkinkah dosanya akan terus mengalir kepadaku ? sulit dibayangkan, betapa malu nya aku bagaimana pertanggungjawaban diakhirat kelak.

Maka dari, ku kepalkan tanganku untuk bertekad menjadi lebih baik, menebar kebaikan dimana pun kapan pun kepada siapa pun, memperbanyak ilmu, sekuat tenaga menjadi teladan bagi diri sendiri, dan terus berevaluasi dari waktu ke waktu, dengan modal utama semata-mata melakukan semuanya karena Allah, Tuhan semesta alam.

B.Ilmu Yang Bermanfaat

Sebenarnya wajahku terus berseri-seri ketika akan menuliskan bab terakhir ini. Ternyata ada banyak hal yang bisa mengabadikan aliran pahala kita. Iya banyak hal.. Diantaranya tercantum dalam hadist Nabi SAW berikut ini :

“Jika anak Adam meninggal, maka semua amalannya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang berdo’a kepada orang tuanya.” (HR. Muslim)

Dalam hal ini aku hanya akan berbicara tentang ilmu yang bermanfaat. Bagaimana tidak senang, setiap ilmu yang aku berikan kepada seseorang , dan orang itu menerimanya lalu diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak hanya dia tapi orang lain pun mendapat kebaikan darinya, itulah ilmu yang bermanfaat. Dan pahala kebaikannya akan terus mengalir untukku. Senang sekali bukan ?

*Renungan

Begitu beruntungnya orang-orang yang tidak terjebak pada pencapaian benefit sesaat, berupa keuntungan materil, penghargaan, promosi jabatan, dll atas penemuan atau suatu karya. Padahal itu hanyalah sebatas efek samping dari niatan mulianya yang berorientasi pada kebermanfaatan.

Masih biasa-biasa saja ? mmm okelah.. mari kita masukan kedalam konsep Multi Level Pahala. Setiap ilmu yang aku berikan/ajarkan kepada si A, aku mendapatkan bonus amal sebesar Rp.10. Lalu si A mengajarkan ilmu yang aku berikan kepada si B. Maka otomatis si A pun dapat bonus amal sebesar Rp.10, bagaimana dengan ku ? ya, ternyata aku dua kali lipatnya, sehingga bonusku bukan lagi Rp.10, melainkan jadi Rp.20. Terus bagaimana jika si B pun melakukan transfer ilmu yang sama kepada si C, sehingga si C bisa lebih baik, berarti si B baru mendapat bonus Rp.10, sedangkan si A menjadi Rp.20, sementara bonusku bertambah menjadi Rp.30, dan seterusnya. Bukankah seperti itu ? aku jadi berpikir, itu baru kepada satu orang. Bagaimana jika kepada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang yang aku ajarkan sebuah ilmu kebaikan, dan setiap orang mengedukasi hal yang sama kepada orang lain, semakin banyak mengedukasi semakin bertambah pula saldo ku. Allahuakbar.. hanya Allah lah sebaik-baiknya pemberi balasan.

MLP2

Ilmu di dunia ini luas, dan aku tidak boleh meremehkan sedikit pun tentang suatu ilmu sekalipun mengajarkan orang bagaimana cara mencuci piring yang baik. Berarti kalau aku bisa bersepeda, maka akan aku ajarkan orang yang belum bisa bersepeda. Kalau aku adalah seorang mekanik mobil, maka aku akan ajarkan bagaimana cara merawat mobil. Kalau aku bisa memecahkan hitungan al-jabar, maka akan aku ajarkan bagi yang masih kesulitan. Kalau aku tahu ilmu tentang cara makan yang sehat, maka akan aku beritahu ilmunya. Kalau aku tahu pola hidup yang baik, maka aku pun harus berbagi tips nya kepada orang-orang disekitarku, dan lain-lain.

SemangKa… Semangat Kakaks 🙂 aku tidak tahu kapan aku bisa bersantai ria sambil tiduran di hotel Royal Penthouse Suite dengan harga Rp.1 milyar per malam. Mungkin mimpiku terlalu kerdil kalau sekedar inginkan hal itu. Baiklah.. kali ini aku tidak akan tanggung-tanggung, aku memilih hotel impian yang ada di Surga saja. So, aku akan lebih giat mengumpulkan saldo-saldo direkening amal ku, rekening kehidupan hakiki ku, sehingga Allah antarkan aku masuk kedalam ridho dan Surga-Nya. Amin

Sekali lagi, semangatKa… Semangat Kawan… ^_^
Wallaahu’alam bishoab..


Di akhir tahun 2012 lalu, Indonesia menjadi sasaran utama pemasaran ekonomi global dibidang teknologi dengan hadirnya berbagai merek gadget dan handphone-handphone murah berteknologi tinggi. Terdengarlah kata smartphone, android, dan i-phone. Mulai dari yang ukuran kecil, sedang, bahkan sampai ada yang sebesar buku tulis. Tidak membutukan waktu yang lama, semua produk-produk itu laris dipasaran karena hampir semua orang bisa membelinya (hampir bagi yang punya uang. hehe)

Oke, bukan apa-apa dan bukan untuk membahas panjang lebar masalah itu, sekarang kita stop dulu bicara ekonomi bisnisnya ya. Sekarang saya akan sharing mengenai sisi lain dari hal itu.

Punya barang baru yang memang kita inginkan atau kita butuhkan, siapa sih yang gak senang ? mau itu beli dengan uang sendiri apalagi ada yang ngasih sebagai hadiah. Dalam hal ini kita berbicara gadget atau hp. Dengan berbagai fitur teknologi didalamnya yang mudah diakses, disisi lain ada hal yang patut kita renungkan terlebih dahulu. Apakah barang tersebut memang benar-benar mendukung produktivitas kita atau sebaliknya malah melemahkan produktivitas kita? Apakah membuat kita lebih bersyukur dan bersemangat memanfaatkan terknologinya atau malah menggunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat?. Maaf bukannya lebay, tapi realita yang terjadi karena rata-rata kaum muda yang menggunakan, “kebanyakan” malah membuat produktivitas mereka menurun. Mau bukti ?

Nah, cara membedakan orang yang produktif menggunakan hp/gadget dengan yang tidak itu mudah. Pertama, lihat isi handphonenya. Apakah lebih banyak aplikasi/fitur yang bermanfaat (kamus, berita, qur’an, dll) atau lebih banyak fitur-fitur yang hanya untuk kesenangan biasa (game, BBM hanya buat nambah kenalan gebetan cewek/cowok, atau bahkan yang lebih parah lagi terdapat banyak video yang tidak baik).
Kedua, lihat bagaimana cara ia menggunakannya. Ada orang yang sesekali hanya butuh kirim sms dan bales sms, ada yang memanfaatkan berbagai fitur untuk keperluan kerjaan/bisnis/berbagi inspirasi/dakwah, ada yang memanfaatkan MP3nya untuk hafalan qur’an / audio motivasi, dll. Tapi banyak juga orang yang kerjaannya tiap hari bin tiap jam teleponan mulu, ng’game mulu, fesbukan mulu, dan mulu-mulu yang lainnya sampai akhirnya ia tidak bisa mengendalikan hal-hal itu walau ketika guru/dosen sedang menerangkan materi di sekolah/kampus, walau lagi kerja dan ketika ada pimpinan barulah berhenti sejenak. Dan yang lebih parah lagi sampai ada yang lupa dengan waktu shalatnya. Naudzubillah… inilah yang kita sebut “ketika nikmat jadi petaka”.

Itu hanyalah sepenggal contoh. Kalau kita kaji secara luas tentu banyak sekali hal-hal yang patut kita renungkan tentang nikmat Allah yang tak terhingga.Kalau tidak ditafakuri & bersyukur terhadap nikmat yang ada, maka nikmat tersebut akan berubah menjadi petaka bagi kita. Simak firman-Nya dalam surah Ibrahim ayat 7 ini :
Dan (ingatlah) tatakala Tuhan kamu memberitahu: “Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur niscaya Aku akan tambahi nikmat-Ku kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS. Ibrahim 7)

Astagfirullah…
Ibarat kita mau pergi merantau ke suatu tempat, sesampainya disana kita mencari kontrakan untuk tinggal, tiba-tiba ada orang baik hati datang menawarkan tempat tinggal gratis kepada kita, tidak tanggung-tanggung berupa apartemen yang cukup mewah plus sudah termasuk berbagai fasilitas yang kita butuhkan sudah disediakan disana, tidak ketinggalan buku peraturan yang simple untuk kebaikan dan kenyamanan kita pun sudah disediakan. Bagaimana perasaan kita ??? Wah.. senangnya luarbiasa ya dan mungkin sulit untuk menolaknya. hehe 
Suatu ketika orang baik hati tersebut mengundang kita untuk datang kerumahnya diluar Kota. Lantas apa yang akan kita lakukan ? tentu kita akan berusaha untuk datang dengan sepenuh hati walau kemungkinan banyak rintangan sebelum perjalanan seperti hujan, urusan teman, kerjaan, dll sebisa mungkin menyesuaikan untuk hal tersebut, betul ?. Dan sesampainya kita disana, apalagi yang akan kita lakukan ? tentu kita akan mengucapkan banyak terimakasih, menjaga akhlak kita, bawa oleh-oleh dan sikap baik lainnya agar orang tersebut merasa senang. Sepakat ??? Lalu, bagaimana kalau sebaliknya, kita berpura-pura tidak tahu, pura-pura lupa, atau bahkan menolak secara terang-terangan undangan tersebut. Kira-kira bagaimana perasaan orang yang baik hati itu ? apakah kemungkinan ia akan terus memberikan fasiitas gratisnya kepada kita atau sebaliknya dia meminta kita untuk segera meninggalkan tempat tinggal yang dipunyainya sebagai peringatan keras untuk kita yang tidak tahu cara berterimakasih ?

Sahabatku, hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah diatas. Sering kita lupa dan menganggap apa yang didapat adalah hasil dari kerja keras kita sendiri, dan disadari atau tidak kadang ada istilah “lagi hoki/beruntung”, sehingga kita bertindak seenaknya bin semau gue terhadap apa yang kita dapat. Ada orang mengatakan “mulut mulut gue, lidah lidah gue, masalah buat loe?” hehe.. UuPs, Astagfirullah, kita lupa akan siapa diri kita, kita tidak menyadari hakikat pemberian yang sebenarnya dari Allah. Maka wajarlah Allah merubah nikmat tersebut menjadi sebuah petaka sebagai tanda peringatan.

Sedang orang yang menyadari limpahan nikmat-Nya, tentu ia akan lebih bersemangat dalam memberdayakan segalanya yang ia dapatkan terutama dua nikmat yang sering kita lupakan, yaitu nikmat “kesehatan” dan nikmat “kesempatan” . Begitupun ketika ia mempunyai barang-barang mewah (sebutlah laptop, gadget, motor, dll) semua akan menjadi sarana untuk menngembangkan diri, melejitkan potensi, mempererat silaturahmi dan sudah tentu akan membuat ia semakin bersyukur dan mendekat pada-Nya. Sehingga hidup yang ia jalani berada dalam keberkahan dan keberlimphan. Subhaanallah..

Maha Baik Allah kepada hamba-Nya yang mau bersyukur dengan menambah dan terus menambah nikmat-Nya. Tapi kita kadang lupa dan tidak tahu caranya berterimakasih karena kita jarang bertafakur terhadap diri sendiri. Walau begitu Allah terus dan terus mencurahkan nikmat-Nya untuk kita, menunggu dan menunggu, waktu demi waktu, agar tiba saatnya kita sadar untuk bersyukur. Tapi terkadang Allah harus memilih cara lain agar kita bisa mendekat pada-Nya. Sebuah peringatan sebelum kita kembali pada-Nya. Lantas apakah kita harus menunggu peringatan keras itu agar kita mau bersyukur ?
Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur atas nikmatnya, bukan kufur yang merubah nikmat-Nya menjadi sebuah petaka. Aamiin

Semoga bermanfaat.

bersyukur

KISAH TES TULIS LAMARAN KERJA

Posted: 5 January 2014 in Inspirasi

941022_526809887375271_1276632644_nKisah ini pernah saya share di salah satu akun facebook saya (Pena Kehidupan. Bisa di add juga, hehe). Saking inspiratifnya, saya tergerak untuk segera tuliskan ulang dan hadirkan untuk Anda.b
Dikisahkan suatu waktu di Indonesia, ada sebuah perusahaan yang melakukan rekrutmen untuk sebuah posisi. Perusahaan tersebut perusahaan besar, yang sampai sekarang pun namanya insya Allah masih cukup dikenal di Indonesia. Pelamar untuk posisi tersebut terbilang besar, sekitar 2000-an orang. Namun hanya 1 orang yang akhirnya diterima bekerja disana.

Dalam proses rekrutmen, perusahaan tersebut memberikan sebuah tes tertulis. Isi tes tertulisnya, adalah sebuah kasus untuk dijawab oleh calon karyawannya. Berikut kasus dalam tes tulis.

===============

Anda sedang mengendarai motor ditengah malam yang hujan, ditengah jalan Anda melihat 3 orang sedang menunggu kedatangan angkot :
– Seorang nenek tua yang sangat lapar.
– Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
– Seseorang special yang selama ini menjadi idaman hati Anda.

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng, siapakah yang akan Anda ajak ?
Dan jelaskan mengapa Anda melakukan itu!!

===============

Jika Anda ikut dalam proses rekrutmen tersebut, kira-kira jawaban Apa yang akan Anda berikan?
Jangan scroll kebawah sebelum Anda memberikan jawaban Anda.

—————————————–

Jika Anda ikut dalam proses rekrutmen tersebut, kira-kira jawaban Apa yang akan Anda berikan?
Jangan scroll kebawah sebelum Anda memberikan jawaban Anda.

Serius, jawablah dulu, baru kita lihat jawaban yang diterima.

Dari 2000an pelamar & jawaban, hanya 1 yg diterima, Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :

“Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati untuk menunggu angkot.”

Dan diterimalah ia serta langsung mendapat kualifikasi smart & brilliant employee

Lepas dari nilai non-syari terkait khalwat-nya, bagi saya pribadi, hikmah yang bisa saya petik adalah kita dapat melakukan sebuah efisiensi pekerjaan yang menyenangkan. Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Kalau kamu? hikmah apa yang bisa kamu petik?

Cerita dari Facebook,
-gambar dari darlawrites.com-